Sabtu, 25 April 2015



MotoGP Seri Argentina 2015 Semakin Ketat






Pebalap Movistar Yamaha MotoGP, Valentino Rossi mengaku akan terus mencoba menghalangi laju pebalap Repsol Honda sekaligus juara dunia bertahan, Marc Marquez dalam meraih gelar dunia musim ini. Hal tersebut disampaikan Rossi melalui Moto.it.

Saat ini Rossi menguasai puncak klasemen sementara pebalap dengan 66 poin, setelah mengoleksi tiga podium termasuk dua kemenangan. Marquez sendiri kini berada di peringkat kelima dengan 36 poin, tertinggal satu poin dari Jorge Lorenzo di peringkat keempat.

Kita tinggalkan sejenak kebahagiaan yang sedang di menyelimuti sang The Doctor, kita simak dulu informasi motoGP lainnya berikut ini.

 

LCR Honda: Jack Miller Fantastis


  
Pekan balapan seri MotoGP yang digelar Argentina mungkin saja menjadi momen menakjubkan yang dinanti-nanti selama ini oleh tim balap CWM LCR Honda. Pimpinan CWM LCR Honda, Lucio Cecchinello mengaku bangga melihat para rider-rider barunya membukukan podium dan hasil yang manis, yang begitu kontroversial adalah  Jack Miller karena berhasil menjadi pebalap Open terbaik di MotoGP Argentina akhir pekan lalu dengan finis di posisi ke-12 menyandingi podium 3 yang diraih rekan setimnya Cal Cruthclow yang turun sebagai pembalap baerstatus motor pabrikan.

"Rasanya begitu menyenangkan melihat Cal dan Jack sama-sama parkir di parc ferme! Itu adalah momen terbaik selama saya berkarir di dunia balap. Jack berhasil mengalahkan pebalap kuat lainnya, dan hasil ini meningkatkan rasa percaya dirinya," ujar Cecchinello kepada Speedweek.

Kepada Speedweek, Cecchinello mengaku takjub melihat perkembangan pebalap Australia berusia 20 tahun tersebut. Lucio Cecchinello menyatakan bahwa pebalap barunya yang melompat langsung dari Moto3 ke MotoGP itu, mampu melaju secepat sang tandem, Cal Crutchlow dan bias secepat pebalap Repsol Honda, Marc Marquez di beberapa tikungan sirkuit Argentina.

Bos CWM LCR Honda ini pun berjanji akan terus membimbing Miller. "Kami memberinya dukungan sebesar mungkin agar ia mempelajari motor ini dengan baik. Jack tak banyak melakukan kesalahan dan ini penting. Kita tak boleh lupa ia datang langsung dari Moto3, jadi hasil ini fantastis," tutupnya


Moto Revue: 2016 Lorenzo Bisa Hijrah ke Ducati



Setelah 3 seri pembuka di MOTOGP musim 2015 ini, sebagai salah satu pembalap sebutan fantastic four selain Dani Pedrosa yang sedang dalam pemulihan  cedera arm pump yang dideritanya, kini lorenzo juga dapat dinyatakan kurang dalam kontribusinya dalam menyumbangkan podium bagi target-target kemenangan tim Pabrikan Movistar Yamaha MotoGP, belakangan berhembus juga kabar baru yang mengejutkan dunia balap motor terakbar itu dengan akan berpindahnya sang pemilik no balap 99 ini ke salah tim pabrikan lainnya di MotoGP pada musim balap yang akan datang.

Dikenal sebagai salah satu rider terbaik di dunia dari tim Movistar Yamaha MotoGP dan digadang-gadang sebagai calon kuat perebut tahta kemenangan musim ini, Jorge Lorenzo yang dikabarkan akan hengkang ke Ducati tahun depan menyusul penampilan yang tidak maksimal setelah 3 race pembuka MotoGP musim ini. Kabar ini disampaikan oleh media otomotif asal Prancis, Moto Revue.

Musim balap tahun ini sudah menggulirkan tiga seri, hasil balap yang diharapkan masih menyisakan banyak seri sampai akhir tahun, namun silly season untuk tahun depan tampaknya sudah dimulai. Menurut koresponden Moto Revue yang tak diungkap identitasnya, Lorenzo bakal meninggalkan motor YZR-M1 demi Desmosedici GP16.

Perpindahan Lorenzo sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi, karena pebalap Spanyol tersebut masih memiliki kontrak dengan Yamaha yang baru akan habis akhir tahun depan. Apalagi kontrak Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone bersama Ducati juga baru akan habis di tahun yang sama. Kecuali tim Ducati mau memanfaatkan fasilitas pabrikannya yang diperbolehkan menurunkan sampai 3 rider sekaligus dalam 1 musim balap seperti yang pernah dilakukan oleh tim pabrikan Honda di beberapa tahun yang silam.

Sementara disituasi berbeda, tecatat bahwa dua kali juara dunia MotoGP ini juga memiliki hubungan baik dengan General Manager Ducati Corse, Luigi 'Gigi' Dall'Igna. Dall'Igna yang dulunya mantan Direktur Teknis Aprilia Racing, merupakan sosok penting di balik gelar dunia GP250 2006 dan 2007 milik Lorenzo. Jadi mungkin saja hal-hal yang tidak terduga bias saja terjadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar