MotoGP Seri Argentina 2015 Semakin Ketat
Pebalap
Movistar Yamaha MotoGP, Valentino Rossi mengaku akan terus mencoba menghalangi
laju pebalap Repsol Honda sekaligus juara dunia bertahan, Marc Marquez dalam
meraih gelar dunia musim ini. Hal tersebut disampaikan Rossi melalui Moto.it.
Saat
ini Rossi menguasai puncak klasemen sementara pebalap dengan 66 poin, setelah
mengoleksi tiga podium termasuk dua kemenangan. Marquez sendiri kini berada di
peringkat kelima dengan 36 poin, tertinggal satu poin dari Jorge Lorenzo di
peringkat keempat.
Kita
tinggalkan sejenak kebahagiaan yang sedang di menyelimuti sang The Doctor, kita
simak dulu informasi motoGP lainnya berikut ini.
LCR Honda: Jack Miller Fantastis
Pekan balapan seri MotoGP yang digelar Argentina mungkin
saja menjadi momen menakjubkan yang dinanti-nanti selama ini oleh tim balap CWM
LCR Honda. Pimpinan CWM LCR Honda, Lucio Cecchinello mengaku bangga
melihat para rider-rider barunya membukukan podium dan hasil yang manis, yang
begitu kontroversial adalah Jack
Miller karena berhasil menjadi pebalap Open terbaik di MotoGP Argentina
akhir pekan lalu dengan finis di posisi ke-12 menyandingi podium 3 yang diraih
rekan setimnya Cal Cruthclow yang turun sebagai pembalap baerstatus motor
pabrikan.
"Rasanya begitu menyenangkan melihat Cal dan Jack
sama-sama parkir di parc ferme! Itu adalah momen terbaik selama saya
berkarir di dunia balap. Jack berhasil mengalahkan pebalap kuat lainnya, dan
hasil ini meningkatkan rasa percaya dirinya," ujar Cecchinello kepada Speedweek.
Kepada Speedweek, Cecchinello mengaku takjub melihat
perkembangan pebalap Australia berusia 20 tahun tersebut. Lucio Cecchinello
menyatakan bahwa pebalap barunya yang melompat langsung dari Moto3 ke MotoGP
itu, mampu melaju secepat sang tandem, Cal Crutchlow dan bias secepat
pebalap Repsol Honda, Marc Marquez di beberapa tikungan sirkuit
Argentina.
Bos CWM LCR Honda ini pun berjanji akan terus membimbing
Miller. "Kami memberinya dukungan sebesar mungkin agar ia mempelajari
motor ini dengan baik. Jack tak banyak melakukan kesalahan dan ini penting.
Kita tak boleh lupa ia datang langsung dari Moto3, jadi hasil ini
fantastis," tutupnya
Moto Revue: 2016 Lorenzo Bisa Hijrah ke Ducati
Setelah 3 seri pembuka di MOTOGP musim 2015 ini, sebagai
salah satu pembalap sebutan fantastic four selain Dani Pedrosa yang sedang
dalam pemulihan cedera arm pump yang
dideritanya, kini lorenzo juga dapat dinyatakan kurang dalam kontribusinya
dalam menyumbangkan podium bagi target-target kemenangan tim Pabrikan Movistar
Yamaha MotoGP, belakangan berhembus juga kabar baru yang mengejutkan dunia
balap motor terakbar itu dengan akan berpindahnya sang pemilik no balap 99 ini
ke salah tim pabrikan lainnya di MotoGP pada musim balap yang akan datang.
Dikenal sebagai salah satu rider terbaik di dunia dari tim Movistar
Yamaha MotoGP dan digadang-gadang sebagai calon kuat perebut tahta kemenangan
musim ini, Jorge Lorenzo yang dikabarkan akan hengkang ke Ducati tahun
depan menyusul penampilan yang tidak maksimal setelah 3 race pembuka MotoGP musim
ini. Kabar ini disampaikan oleh media otomotif asal Prancis, Moto Revue.
Musim balap tahun ini sudah menggulirkan tiga seri, hasil
balap yang diharapkan masih menyisakan banyak seri sampai akhir tahun, namun silly
season untuk tahun depan tampaknya sudah dimulai. Menurut koresponden Moto
Revue yang tak diungkap identitasnya, Lorenzo bakal meninggalkan motor YZR-M1
demi Desmosedici GP16.
Perpindahan Lorenzo sangat kecil kemungkinannya untuk
terjadi, karena pebalap Spanyol tersebut masih memiliki kontrak dengan Yamaha yang
baru akan habis akhir tahun depan. Apalagi kontrak Andrea Dovizioso dan Andrea
Iannone bersama Ducati juga baru akan habis di tahun yang sama. Kecuali tim
Ducati mau memanfaatkan fasilitas pabrikannya yang diperbolehkan menurunkan
sampai 3 rider sekaligus dalam 1 musim balap seperti yang pernah dilakukan oleh
tim pabrikan Honda di beberapa tahun yang silam.
Sementara disituasi berbeda, tecatat bahwa dua kali juara
dunia MotoGP ini juga memiliki hubungan baik dengan General Manager Ducati
Corse, Luigi 'Gigi' Dall'Igna. Dall'Igna yang dulunya mantan Direktur
Teknis Aprilia Racing, merupakan sosok penting di balik gelar dunia GP250 2006
dan 2007 milik Lorenzo. Jadi mungkin
saja hal-hal yang tidak terduga bias saja terjadi.
